Lacur

P1200904

Gincu tersapu
Celak terseka

Apa pula tertinggal di muka
Selain dari sepasang kristal jiwa
Dibingkai bulu mata, terpancar tatapnya
Menghunus, kata mereka!

Tak sejentik mereka duga
Sungguhnya pada lampu jalanan ia bercinta
Pembuai remuk redam dini hari
Pelempar seleret cahaya di betis
Jatuh segaris dengan peluh manusia rasa amis

Apa pula tersisa di muka
Jika bukan sebentuk lekuk penakluk
Dinaung hidung, tersemat bagai pita
Berbisa, kata mereka!

Sungguhnya gigi kuning rela bersaksi
Tentang pita yang terurai dan merekah
Kala yang empunya bertegur sapa
Tanpa niatan apa-apa

Meski yang berlidah lihai bicara,
Yang melihat lantang menantang,
Kalau tak dikata, manalah mereka kira

Akan kolonye sisa gesekan tiga-empat pejabat
Dada sisa remasan dua-tiga bandot tua
Rambut sisa jambakan satu-dua pemuda gila

Gincu tersapu
celak terseka

Kala mereka tangkap sejejak kerak di muka,
Derai tawa dan tatap darinya kini beda makna.
Buang muka, tak balas sapa.

Kala ditanya, satulah jawab mereka:
Itu lacur namanya!

P1200909 P1200910

P1200891 P1200892

Advertisements

One thought on “Lacur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s